Posted by :

dinar dirta

Date:

Senin, 12 September 2011

0 komentar
menginstall Gstyle




Suka dengan tema - tema Ubuntu, butuh aplikasi yang memudahkan untuk menginstall tema - tema Ubuntu (seperti wallpaper, window manager, gtk themes, mouse themes) dengan mudah? Maka cobalah menginstall Gstyle. 

Untuk menginstall Gstyle ketik perintah berikut di Terminal:

sudo add-apt-repository ppa:s-lagui
sudo apt-get update && sudo apt-get install gstyle


Silahkan di coba. System - Preferences - Gstyle. Di jamin keren dan mudah.
Posted by :

dinar dirta

Date:

0 komentar
Install Gnome Split

Gnome Split adalah software prnganti HJSplit

Langsung saja.

Untuk menginstallnya gunakan perintah berikut di Terminal(memunculkan terminal,tekan Ctrl+Alt+t):

sudo add-apt-repository ppa:gnome-split-team/ppa
sudo apt-get update && sudo apt-get install gnome-split
 
Nb:tunggu proses sampai selesai dan selanjutnya selamat menikmatinya
Posted by :

dinar dirta

Date:

0 komentar

 
Menginstall xpenguins Artikel ini dibuat ketika menunggu saat disiarkannya Pertandingan Sepak Bola Dunia antara Spanyol vs Penjajah… Teringat oleh sebuah paket bernama XPenguins yang bisa menampilkan animasi tentang Penguin yang terjun bebas dari atas layar dan beraksi ketika sudah mendarat. Berikut ini hasil rekamannya dan bisa langsung ditonton:




untuk mendapatkannya bisa langsung memasangkannya dengan mengetik $ "sudo apt-get install xpenguins" ( tanpa tanda kutip )di terminal terdekat.
Posted by :

dinar dirta

Date:

0 komentar
 


Sejarah LINUX Ketika Linus Torvalds merilis Linux 0.01 di internet 20 tahun yang lalu, idenya tentang kloning Unix dimana setiap orang bisa berkontribusi berhasil menyentuh saraf kreatifitas orang-orang. Saat ini, susah membayangkan dunia IT tanpa Linux. Saat ini sudah dua puluh tahun semenjak Linux Torvalds membuat beberapa baris program yang kemudian menjadi kernel Linux. Sebagai seorang mahasiswa IT saat itu, Torvalds belumlah berpikir tentang suatu sistem operasi, ia hanya ingin mengeksplorasi kemampuan prosesor 386 kepunyaannya. Pada akhirnya, manajemen memori yang ia buat, process switching, dan eksperimen I/O berkembang menjadi sebuah sistem operasi dasar. Dulu dia menggunakan sistem operasi Minix, Sistem Operasi Unix-like yang dibuat oleh Andrew Tanenbaum untuk keperluan edukasi. Jadi jelas bahwa sistem operasi yang dikembangkannya akan pula merupakan varian Unix-like. Linus sempat bertanya di milis Minix tentang standar POSIX, pada Juli 1991. Pada tanggal 25 Agustus 1991, Torvalds mengirimkan posting lain yang merupakan pemberitahuan pertamanya tentang karya berupa sistem operasi yang ia buat untuk prosesor 386 (“hanya hobbi, tidak akan besar dan profesional seperti GNU”) dan meminta saran dari komunitas Minix untuk menyarankan fitur apa saja yang mereka ingin tambahkan. Akhirnya pada 17 September 1991, Torvald membuat Linux 0.01 yang dapat diunduh pada sebuah ftp server (Torvalds awalnya ingin menyebutnya sebagai “FreaX”, tetapi admin ftp tersebut berpikir bahwa Linux adalah nama yang lebih baik). Kemampuan Linux 0.01 masihlah sangat terbatas, kernel tersebut hanya bisa berjalan pada prosessor 386, hanya mendukung keyboard layout Finlandia dan hanya bisa booting dari floopy disk. Dalam konteks aplikasi, bahkan lebih terbatas lagi : program terbatas hanya pada shell Unix dan kompiler GNU C, yang berarti bahwa program tersebut belumlah berguna untuk banyak hal. Tapi, Linux berhasil menyentuh saraf kreatif orang-orang, sejumlah fans Unix yang mendapati bahwa kemampuan Minix terlalu terbatas dan workstation Unix terlalu mahal mulai melirik sistem operasi baru tersebut, memberikan saran mereka kepada Torvalds, membangun driver dan melakukan porting program-program awal. Mereka membuat karya mereka berbasiskan pada Proyek GNU, yang dirintis oleh Richard Stallman pada 1984 dan telah membuat banyak perangkat Unix klasik sedemikian rupa sehingga bisa digunakan di berbagi jenis sistem Unix. Saat itu hnya kernel yang belum ada untuk membuat sebuah sistem operasi yang lengkap, dan ketika kernel tersebut disediakan oleh Linus Torvalds – maka lahirlah GNU/Linux, dengan bentuk yang masih digunakan hingga saat ini. Pada November 1991, Torvalds secara tidak sengaja menghapus partisi Minix di PC-nya, dan dihadapkan dengan pilihan, apakah menginstall ulang Minix atau mengembangkan sebuah sistem Linux yang dapat digunakan. Pada Januari 1992, ia untuk pertama kalinya merilis Linux versi 0.12 dengan lisensi GPL, sebuah keputusan yang masih ia pegang sampai saat ini, walaupun ada beberapa perbedaan pendapat antara dirinya dengan GPL dan pendiri FSF, Richard Stallman. Pada waktu itu, para geek Linux berkumpul di newsgroup Minix, tetapi meningkatnya jumlah diskusi terkait Linux di forum Minix membuat profesor IT dan pembuat Minix Andrew Tanenbaum merasa terganggu. Postingnya yang terkenal “LINUX is obsolete” pada Januari 1991 membuat hubungannya dengan Torvalds menjadi panas; dan akhirnya komunitas Linux yang sedang tumbuh itu pindah ke newsgroup mereka sendiri. Pada 1992, Sistem X Window yang masih digunakan hingga kini ditambahkan sebagai GUI pada kernel Linux 0.95, yang saat itu mampu melakukan swap data dari RAM dan dari disk dikarenakan manajemen virtual memori yang dimilikinya. Para hacker kernel mulai membuat stack jaringan. Mereka mengembangkan SCSI pertama dan driver audio, file sistem ext2 dan format ELF untuk binary, melakukan porting sistem print BSD, dan mengimplementasikan modul-modul kernel yang dapat dimuat saat runtime serta sebuah sistem file pseudo /proc. Seiring dengan meningkatkan kegunaan Linux, distribusi LInux pertama, SLS dan Yggdrasil, diluncurkan pada tahun 1992, Slackware dan Debian, juga muncul pada musim panas 1993 dan masih tetap bertahan hingga kini. Setelah seri yang panjang pada versi Linux 0.99.x, Linux 1.0 dirilis pada bulan Maret 1994, memperkenalkan suatu model pengembangan yang kemudian digunakan selama satu dekade kemudian. Pada saat yang sama, seraya dengan cermat mengembangkan kernel stabil untuk pengguna yang ditandai dengan angka versi genap (1.0), para pengembang juga menerapkan fitur-fitur baru pada kernel versi pengembangan (1.1) yang dimulai dari kode dasar kernel stabil dan akhirnya berkembang menjadi versi utama yang baru.
Posted by :

dinar dirta

Date:

0 komentar
Tuxcut Pengganti Netcut di Linux
 
Akhirnya dapat juga ni software alternatif pengganti Netcut buat Linux. nama toolnya Tuxcut, ga' jauh beda sama Netcut yang di Win, Tuxcut 3.2 (versi terbaru dari Tuxcut) punya tambahan change MAC address.. ini sangat bermanfaat buat kita yang kena cut.. hehe.. dan ceritanya, Tuxcut juga bisa runing di Ubuntu, Fedora, dll
silahkan kunjungi Link ini
https://bitbucket.org/a_atalla/tuxcut/downloads/ (kalo pingin download)

Copyright © 2011 Ichigo.Net(Warnet-LINUX) | Accel World Theme|Powered byBlogger | Designed by Johanes DJ